hari ini, pagi gue dimulai dengan hectic.
kenapa? karena tadinya gue berencana bangun jam 3 pagi buat ngerjain sesuatu, tapi ketiduran hingga pukul 6 pagi, yang mana gue harus berangkat ke kantor jam 8 pagi.
Nah, jadilah pagi ini gue perang batin, antara mau ngebolos ngasistenin dosen bahasa inggris karena gue belum siap nampang depan kelas dan idealisme sebagai pegawai kantor yang tiap hari jumat harus senam pagi demi kelangsingan tubuh *halah*
Intinya adalah, gue ga mau bolos, tapi gue ga mau masuk kelas itu tanpa persiapan apa2. Kalau mau ngandalin luck ,peruntungan gue jelek dalam hal seperti ini. Sebenernya, entah masalahnya di peruntungan atau mimik muka gue yang ga bisa boong kalo gue belum siap, karena mukanya tegang kayak orang konstipasi. Pokoknya ngandelin luck doang mah ga bisa aja kalo itu berkaitan dengan gue.
____diem bengong____
eh,btw gue lgi membayangkan akan seperti apa gue 5 tahun ke depan, kok.
ga penting ya hebohnya? wahahaha.
Jadi, akan seperti apa Hertya Andriani 5 tahun ke depan?
ya meneketehe :(.
Karena pernah baca di suatu buku beberapa bulan yang lalu bahwa semua kesedihan itu datangnya dari keinginan, makanya belakangan saya sendiri membatasi diri untuk ga terlalu secara spesifik menginginkan sesuatu. Kalau memang ga terlalu perlu dan emang berasa ga realistis, ya kalo ga punya juga gapapa (tapi kalo dikasih ya ga nolak :P). Metode ini saya terapkan pada banyak hal, termasuk soal kerjaan di masa depan maunya kerja apa, termasuk soal entar mau penghasilan berapa, pengen rumah kayak apa, pengen nikah sama orang kayak apa, dst dsb.
Palingaan, ada beberapa hal2 penting yang sebisa mungkin saya jaga ke depannya karena hal2 tersebut terbukti bisa membuat gue happy dan enjoy, yaitu :
- Blog saya tercintah (aww).
- Sahabat-sahabatkyu yang baik2.
- Kekompakan bersama seluruh keluarga besarku
- Bakat serta hobi yang tidak kalah aneh. (menyanyi, melawak, jailin orang)
- Kegemaran saya akan makanan
Kalau hal2 di atas tetep gue miliki, bisa gue ekspresikan, bisa gue kembangkan, kayaknya mau jadi apapun, asal halal dan menghasilkan duit yang cukup untuk makan dan bisa belanja2 baju sepatu dan tas *wahahaha, teteeeuupp* gue akan hepi2 aja. Gak harus memiliki pekerjaan yang senada dengan apa yang gue suka, juga gapapa kayaknya.
Sekedar berbagi informasi, menurut Penelope Trunk (pengarang buku “Brazen Careerist : The New Rules for Success” dan author blog dengan judul “Brazen Careerist : advice at the intersection of work and life”) salah satu perilaku yang menyusahkan diri sendiri adalah : secara keras kepala mengharapkan untuk mendapatkan pekerjaan yang disukai DAN menghasilkan banyak uang.
Bukannya ga mungkin sih, mungkin2 aja, beruntunglah orang2 yang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan menghasilkan banyak uang. Tapi, kalau ternyata nasib menempatkan kita pada situasi dimana kita harus bekerja di bidang yang tidak kita sukai (atau ada yang lebih kita sukai daripada bidang ini) mungkin ada baiknya untuk mencoba menyesuaikan diri terlebih dahulu, jangan langsung bawel maunya begini dan begitu.
Untuk lebih simpelnya, jika terjebak dalam situasi tersebut, buat diri sendiri merasa lebih baik dengan memegang pemahaman bahwa, pekerjaan dan hobi itu suatu hal yang berbeda, disebut bekerja karena tidak menyenangkan, dan meskipun tidak menyenangkan, harus dikerjakan karena kita ini profesional. Kerja ya kerja, hobi ya hobi, berhenti berharap bahwa 2 hal itu adalah hal yang sama, karena pada kenyataannya, itu memang berbeda.
Itu kata jeung Penelope loh, tapi gue rasa ada benernya juga, kadang ada beberapa hal yang harus dicoba untuk diterima apa adanya, bukan? :D. Paling gak, saat kita terjebak dalam situasi tersebut dan merasa stuck, ada pilihan untuk mencoba mengadopsi pemikiran jeung Pene.
Kesimpulannya, saya ga bisa ngebayangin akan jadi seperti apa saya 5 tahun ke depan. Mungkin saat ini saya ga terlalu suka sama dunia IT, tapi 5 tahun lagi saya udah jadi pakar getoh. Mungkin saat ini saya berharap saya bisa kerja di dunia seni, dan 5 tahun lagi itu terwujud tapi ternyata saya ga sebahagia yang saya kira. Dan mungkin2 lainnya. Tapi apapun itu, saya berharap :
- Semoga 5 tahun ke depan, saya masih bisa menikmati kelima hal2 penting yang sudah saya sebutkan di atas.
- Semoga saya bisa mencintai dan mensyukuri apa yang saya punya nanti, apapun itu :).
- Semoga uang saya mencukupi sehingga saya bisa shopping baju,tas dan sepatu *teteup*.
Bayangan 5 tahun ke depan kalian apa?
TYA
Jumat, 01 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar