Salah satu kodratnya manusia adalah belajar. Dan kalau ditilik2 lagi, semuanya hampir selalu berjalan seperti ini :
Bermula dari tidak tahu apa-apa, melihat dunia, mencicip sedikit, tertarik, terjun ke hal baru tanpa prasangka, awalnya semua indah, lalu terjadi hal yang tidak diinginkan, tersakiti, terpuruk, mencoba sekali lagi, tersakiti, terpuruk, trauma, takut melangkah, berharap ada yang mengobati, obatnya ga datang2, mulai berjuang sendiri, mulai berusaha melupakan, menerima, mengikhlaskan, berhasil bangkit, belajar sesuatu, menjadi lebih skeptis dalam memandang hidup.
Biasanya, saat kita sudah di posisi dimana bisa melihat masalah secara skeptis, saat sudah mulai merasa capek untuk heboh2, merasa malu karena dulu bertindak bodoh, ga bisa dipungkiri, ada sebersit rasa bangga. Bangga karena sudah tahu apa yang harus dilakukan, tahu apa yang penting dan apa yang tidak. Bangga karena sudah belajar. Bangga karena sudah mengerti, bukan hanya sekedar tahu. Bangga karena sudah bisa mengenal diri sendiri lebih baik. Bangga karena sudah bisa membedakan.
Namun ada kalanya, masih sedikit merindukan masa2 dimana masih berani bermimpi, masih bereaksi dengan polosnya terhadap sesuatu, masih cengeng, masih manja, masih mengeluh, masih minta dianak-emaskan oleh semua orang. Masih berani terjun dengan polos dan gembiranya, ke medan yang bahkan sama sekali belum dikenal.
Karena justru pada kondisi seperti itulah manusia banyak belajar :D.
Kenapa ya masa lalu itu, kalau sudah dipahami, selalu aja bikin ketawa. Selalu bikin diri ini malu karena kok bisa2nya dulu bertindak kampungan dan norak.
Kamis, 28 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar