Rabu, 28 Januari 2009

Dear Temanku, I(bnu)

jangan sok2 gak nyadar deh mas, tabok loh.

cuma mau bilang,

apapun yang terjadi, pastikan lo keep in touch with me dan tetap meng-apdet alamat dan nomor telepon lo di gue sampe bangkot nanti,

karena, kalo suatu hari gue akan menikah dan terkena sindrom cold-feet-ato-apalah-itu, gue butuh lo untuk mengatakan "errrr… you are soooooo drama queen. udah untung ada kesempatan merasakan malam pertama. pilih mana? sekarang, atau tidak sama sekali.".

karena, kalo suatu hari gue terkena musibah, gue butuh bercerita-dengan-hebohnya dan seperti biasa, lo akan tertawa terbahak2 sampai sakit perut melihat gue.

karena, kalo suatu hari gue bener2 terancam perawan tua, mungkin gue akan mendaftarkan lo secara paksa sebagai suami ke catatan sipil. well, gak ada rotan akarpun jadi . wahahah. freak abis.

karena, kalo 50 tahun lagi gue ingin dateng ke Tembang Kenangan, gue butuh temen yang akan tetep duduk-diam-bersama-gue-meski-malunya-luar-biasa, saat gue me-request lagu "Aduh Buyung" atau "Rindu Serindu-Rindunya" ke pembawa acara.

karena, gue butuh temen yang tahu gue cuma bercanda, dan bukannya bener2 kasian sama gue, saat gue berkata : "Padahal gue gendut, apalah gue ini, makasih ya mau jadi temen gue sampai saat ini, ternyata gak semua manusia di dunia ini menilai orang dari luarnya aja"<– sumpah ini kalimat pathetic abis. AHAHAHAHAHAHAH. ADOH. AHAHAHAHAHA. *ketawa sendiri nulisnya*

karena sialnya, lo salah satu orang yang bisa membuat gue merasa bebas menjadi diri sendiri di depan lo dan sama sekali gak merasa insecure. we’ve been there and done that before . hahahahahahh.

karena, gue gak kepengen kelewatan berita2 dan momen2 penting tentang lo juga, nyet.

dan karena-karena lainnya .

Berhubung saya eksplosif, mungkin suatu hari ini postingan saya hapus karena kita ribut gede ato apa. mungkin hari ini gue memuji dan besok saya bisa memaki2 atau memutuskan hubungan dengan anda. saya belajar untuk berpikir sebelum bertindak, namun secara kejadian2 itu udah berkali2 terjadi (dan sampai hari ini, at the end gue kembali berceloteh di depan lo lagi), gue percaya, lo udah tau harus gimana dalam menyikapi postingan ini .

Selasa, 27 Januari 2009

congratulation!

Beberapa hari ini, udah ada 3 teman gue yang jadian dan 2 orang menikah, dan dalam waktu deket sodara-ku Dodi,huaaa. Sejauh mata memandang, kayaknya pasangan semua. Perasaan baru lewat musim kawin.

Hollaaaaaa, dasar kafirwati, kalo udara lagi panas api cinta gini *ih, panas api cinta*, sementara diri ini lagi berasa di kutub utara, bawaannya kepengen dateng ke jasa peramalan entah dimana, minta diramal kapan ketemu jodoh, kalo bisa nama dan print fotonya sekalian *hubungkan alam gaib dan printer*, jadi kalo ketemu, udah langsung siaga, gak pake sibuk nebak2 ato insecure.

Mau bener mau salah, paling gak udah agak tenang karena menemukan sedikit titik cerah di ujung sana. By the time gue ngomong gini, gue yakin banget temen gue yang namanya Ibnu udah siap2 ngambil hape mau nelpon gue, ngajakin ke Madam Rossa. Gak ya nu, gue kan cuma bilang kepengen doang, tapi kalo bisa ya ga usah *perhatikan kata ‘kalau bisa’, wahahaha*, gak yang di tempat satunya juga, gak sudi gue diramal di tempat yang juga menyediakan jasa operasi selaput dara. Scary, tauk.

Sudah2 sebelum gue lebih kafir lagi, gue cuma mau mengucapkan :
Selamat, yaaaaaaaaaaaa….!!!!!
Semoga Langgeng! dari lubuk hati yang terdalam mendoakan kebahagiaan kalian semua.
Mmmuuach mmmuach. Dituunggu traktirannyaaa!!!
Tya yang kepengen diramal.

aku dan dia

kalo ditanya apa main concern gue sekarang, adalah kenyataan bahwa gue lagi dalam masalah. gak kepengen jadi main concern, tapi mau gak mau sampe hari ini masih aja kepikiran.
hahaha. gimana doong…. *guling2*

untuk kesekian kalinya, gue harus sadar bahwa dunia bukan gue seorang, dan kembali untuk kesekian kalinya, gue harus merasakan betapa menyedihkannya saat gue tau kebahagiaan gue seringkali bukanlah sebuah ‘benda’ tapi manusia, yang hidup, yang bergerak dan mempunyai keinginan sendiri, dan itu berarti, amplitudo perasaan yang gak bisa diprediksi, yang bereaksi sesuai gerak-gerik si manusia itu.

akhir2 ini, berasa ada yang kosong entah di bagian mana di tubuh ini, dan gak tau gimana menambalnya. udah berusaha dengan benda2 subsitusi lainnya, tapi saat ini, semua terasa salah dan gak meaning. entah bener2 gak bisa atau gue yang gak kepengen menutup lubang itu dengan benda selain benda yang tadinya memang berada di sana, gue gak mengerti.

gue bingung dan empty, dan saat ini, yang bisa gue lakukan hanya menunggu, berusaha membiasakan diri dengan perasaan yang ada, merasakan perasaan ini sampai habis, sampai gue terbiasa dan lupa bahwa ini anomalli.

menurut gue, fase2 dalam hidup itu kayak sekumpulan permen karet. satu untuk mewakili setiap perasaan/pengalaman yang harus lo lewati. harus dikunyah hingga bener-bener hilang rasanya untuk selanjutnya lo buang tanpa merasa bersalah, dan masukkan kembali permen karet yang baru ke dalam mulut. begitu juga dengan yang gue lakukan sekarang

deep down inside, gue tahu hidup itu indah, baik kenangan baik maupun buruknya. soon after gue menemukan kebahagiaan baru, gue akan bisa menertawakan semua kejadian2 yang telah berlalu. yang tadinya gue tertawakan, gue tangisi, gue sesali, semua yang gue simpan baik2 dalam hati, semua akhirnya akan menjadi bahan pembicaraan seru, ditemani secangkir besar teh manis hangat, semangkok pop-corn dan seorang teman pendengar setia. berbicara sepanjang siang dan malam hanya untuk berbagi seberapa naif dan mudanya saya ‘dulu’ itu sembari merajut perasaan baru yang dipersiapkan di masa depan.

gue selalu tahu bagaimana perasaan2-tak-menyenangkan ini akan berakhir juga di tempat yang sama dengan perasaan lainnya. tapi tetap saja, menjalaninya adalah saat yang menyebalkan. persis usus buntu yang segera ingin lo angkat. persis jerawat yang ingin lo pencet. persis lintah yang menyedot darah lo sampai gendut. seperti itulah rasanya. yang gue inginkan hanya segera melewatinya dengan segala cara, tapi seberapapun lo berteriak marah karena kelelahan, lo tetap harus menjalaninya, keesokan harinya dan keesokan harinya.

hari2 dimana lo merasakan kerinduan amat sangat saat lo memandang langit, merasakan udara dan embun pagi, melihat aliran air di got, melihat deretan pohon, mendengar desiran angin, menelan pisang goreng, bahkan saat lo menutup mata dan menulikan telinga. entah merindukan apa, lo hanya rindu, entah pada apa, entah pada siapa.

beberapa menjalaninya dalam diam.

tapi biasanya, gue akan menjalaninya dengan menghabiskan seluruh alternatif cara untuk melepaskan diri dari penderitaan ini di awal permainan, untuk selanjutnya merasa kecewa karena tak berhasil, dan memutuskan untuk diam, sama seperti beberapa orang lainnya, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan lagi. paling tidak, kalaupun gue gagal, gue gagal dengan fakta bahwa gue sudah mencoba segala cara yang gue bisa, jadi bisa mengurangi kadar penyesalannya. .

hehehehe,

ingin rasanya tetap berkonsentrasi dalam rutinitas sehari2, tapi gue gak kuasa.

gue sehaus itu sama benda yang namanya ‘kasih sayang’, sehaus itu sampai gak bisa gak mikirin hal itu sedetik saja, sehaus itu sampai bahkan saat gue memiliki benda itu di tangan, gue selalu merasa kurang, sehaus itu sampai selalu merasa iri dengan kasih sayang yang dimiliki orang. sehaus itu sampai gue memasrahkan semua bagian hidup gue, kecuali masalah kasih sayang. sehaus itu sampai seringkali tanpa sadar gue sudah dalam state mengemis kasih sayang, dan saat sadarpun gue sudah tak peduli apa pendapat orang, karena mereka gak bisa menawarkan solusi lain yang lebih menenangkan.

gue selalu merasa gue gak waras karena hal ini,

sempet terpikir kembali untuk kesekian kalinya, cobalah memasrahkan masalah yang satu ini, sama seperti yang lainnya, mungkin beban akan sedikit berkurang, dan lo bisa menggunakan energi yang tersisa untuk menemukan hal baru lainnya.

tapi gak bisa, persis seperti air hujan yang akan selalu bermuara ke laut, kesanalah gue selalu menuju, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mencegahnya.

gue bertanya terus menerus dalam hati, persis seperti orang gila,
"tidakkah semua yang dialami kemarin dulu, membuat orang itu sedikit tidak rela jika semua berakhir begini?",
"meski tidak banyak, tidakkah dia merasa itu berkesan?", "bukankah ini terlalu cepat untuk berakhir?", "tidakkah dia tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan tidakkah dia merasa cukup saat tahu bahwa manusia itu setidaknya selalu belajar untuk menjadi sempurna?",

tapi sebelumnya, gue harus menanyakan pada diri gue sendiri terlebih dahulu ‘tidakkah lo sadar bahwa setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidup? tidakkah lo merasa wajar saat mereka marah dan membuang lo karena lo menarik mereka jauh dari tujuan abadi mereka?". sama seperti gue dan ‘kasih sayang’, orang itu memiliki benda penting lainnya, dan dia berhak memilah2 mana yang pantas mereka pertahankan dan yang tidak, mana yang menurut mereka barang cacat dan layak pakai, jadi memang tak ada gunanya gue bertanya. ini sama persisnya dengan berusaha mengubah periode rotasi bumi.

mungkin baginya, cinta adalah kualitas, bagi gue, cinta adalah kuantitas. bagi dia, cinta adalah alokasi waktu dan tenaga, mempersembahkan sesuatu sesempurna mungkin, di momen yang tepat. bagi gue, cinta adalah spontanitas, selalu ada waktu dan tenaga untuk cinta, tak peduli sempurna atau tidak, gue hanya peduli perasaannya. orientasi yang sangat berbeda dan membuat gue tersenyum miris saat menyadarinya.

gue ingin marah. ingin berontak. tapi gue gak tahu pada apa, atau pada siapa. hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan memastikan diri ini belajar, agar setidaknya ada yang bisa dijadikan bekal di masa depan, dan dibagikan pada yang membutuhkan nantinya.
menelan semua pikiran dan fakta yang disodorkan bulat2 di depan mata. gue cuma bisa bilang, gue lakukan apa saja untuk menghilangkan rasa menyebalkan ini. gue akan lakukan apa saja. karena gue sudah gak tau harus bagaimana. sementara ini, gue rasa gue memang harus menjalaninya.
wish me luck, then.
——————————————————-

dan juga, thank you buat dia yang sempet mengisi beberapa bulan ini. gak kepengen mengatakan kata perpisahan seakan2 gak akan pernah ketemu selama hidup lagi, jadi gue gak akan ngomong babay. cuma bisa bilang, don’t write me off just yet, lo belum tahu gue sebener2nya dan begitu sebaliknya. terlalu cepet untuk membuang apa yang ada, karena permen karet itu masih bisa dikunyah, meski mungkin rasanya udah gak sama. sampai saat ini, masih sayang sama seperti kemarin, dan belom tahu ini perasaan mau diapain, jadi sementara diangin2 dulu aja kayak ikan asin, bisa jadi makin asin, makin mahal dan enak rasanya, bisa jadi tiba2 dicuri kucing lainnya ato kucing yang sama *wahahahaahahhh*. mari berdoa yang terbaik aja dah. semoga sukses juga ya, bertahanlah disana, semoga selalu dikasih petunjuk dan keringanan sama Allah SWT .

ini celotehan mungkin masih lanjut loh. wahahah.

stuck in a world where nothing makes sense (paling gak ya saat ini aja),
TYA

Rabu, 21 Januari 2009

proses

Semua orang berproses. Saya percaya itu. Sangat percaya.
Saya mengalaminya dan saya sedang dalam proses.
Sayangnya, beberapa orang sering kali semena-mena menentukan proses orang lain.
Menilai dan menghakimi. Menuding dan memberi label. Benar salah.
Bagus, tidaknya hanya berdasarkan stigma mereka sendiri.
Orang-orang yang tidak menghargai sebuah proses.
Saya benci mereka

Saya tahu dengan jelas arah yang akan saya lalui.
Berapa kali harus tanjakan atau persimpangan-persimpangan, sayalah yang menentukan.
Benar saya mencari arah, tetapi tidak dengan jalan pintas yang tanpa saya tahu alasannya mengapa saya memilih jalan itu.
Saya orang yang butuh sebuah alasan untuk sebuah keputusan
Saya bukan orang yang hanya sekadar mencari sebuah pujian.
Bagi saya, itu sama sekali tidak ada nilainya.
mmhh..kita lihat saja nanti

kapan merasa sangat bersalah?

Kadang, ada waktu untuk merasa bersalah.

Dengan cara begitu, sesal akan memenuhi beberapa diameter dari kubik-kubik hati.
Sedikit merongrong dalam napas dan mungkin saja, membuat sebuah perubahan.
Tetapi, apa?
Apa yang paling membuatmu merasa bersalah?
Mungkin saja, saat kau lupa akan janji. Tetapi, menurut saya, itu terlalu remeh.
Kesalahan melanggar janji adalah kesalahan yang selalu termaafkan.
Seperti template yang sudah biasa di copy-paste siapa pun juga.

Kesalahan kali ini, haruslah yang menggugah dan membuat gemuruh di hatimu berhenti sejenak. Seperti mungkin, saat kau keluar dari sebuah pertokoan dengan tangan penuh belanjaan dan bertemu laki-laki berwajah kayu yang sebelah sandalnya putus. Sementara, saat kau lirik, kacang rebus jualannya menumpuk tak laku.
seperti mungkin, saat kau mengutuk dalam macet karena ketergesaan memaksamu tak bertemu teman-teman.
Sementara di jalan-jalan kota itu, matamu menangkap kaki-kaki kecil menggugat langit dengan matanya.
Jangankan mengutuk, mengeluh saja mereka tak berani.

apa yang mungkin membuatmu merasa bersalah?

mungkin, kau merasa bersalah saat kau penuhi hari-hari dengan keluh.

Padahal, ada banyak syukur yang harusnya terlontar.


seperti saya.

Selasa, 13 Januari 2009

uncertainty

Kita bertemu orang baru. Hati ini lantas berharap, pikiran ini lantas menimbang dan menaksir. Tapi pada akhirnya, siapa yang tahu? Bakal jadi teman, tetangga, pacar, kekasih sehidup semati? Mampukah kita menyerahkan diri pada ketidakpastian?

Ketidakpastian seringkali membuat kita tidak merasa nyaman.
Jika kita mengalami bahagia, kita ingin sekali menggenggamnya, kalau bisa untuk selama-lamanya.
Tapi kalau kita sedang mengalami kedukaan, kita ingin sekali mengusirnya, kalau bisa secepat-cepatnya.

Itulah rahasia hidup.

Kita tidak tahu sampai kapan kebahagiaan kita bertahan, dan kapan kedukaan kita akhirnya lepas. Sama halnya saat kita bertemu seseorang. Setinggi-tingginya hati ini berharap, kita tidak tahu pasti apakah dia cuma menjadi kenalan selewat, teman biasa, pacar sesaat, atau kekasih sehidup semati?

Yang jelas, waktu berjalan, kita bertumbuh hari demi hari.
Itu saja.
Ke arah mana dan jadi apa, kita tidak tahu pasti.

Saat Anda memandang orang yang paling Anda sayang sekarang ini, mampukah Anda berserah diri dalam ketidakpastian?

Bahwa sesungguhnya kita tidak akan pernah tahu perjalanan ini akan sampai di mana.

Tya yg selalu berharap selalu kuat dan sabar

Senin, 12 Januari 2009

lagidanlagi

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi,
dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
.../bertepuk sebelah tangan.
tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti,
tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah,
Aku pernah,.........

Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakinTuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki,
danTuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Definitely,maybe..

abis sekilas liat film definitely,maybe

bagus..

dan..

Pesan yang gue tangkap dari film ini, bahwa, kisah cinta, gak selamanya manis, kadang berakhir dengan pertengkaran, sakit hati, perceraian, dan masih banyak lagi hal2 pahit lainnya. Semua manusia mengalaminya.

Oleh karena itu, gak perlu ribet dengan apa yang pernah dan akan terjadi.

Yang perlu lo lakukan hanya duduk manis, run your errands, do your tasks, keep opening your heart for the new relationship, feed your mind with positive things. Karena waktu dan pengalaman, gak diciptakan untuk hal yang sia2, kedua hal itu akan membawa lo pada kisah cinta yang lebih baik dari yang sebelumnya.

lagi ngaco

lagi mellow (lagi) nih. huaa. kali ini mellow-nya sambil dengerin lagu2 mellow, jadi tambah2 deh. hahahaha. kian hari gue kian mendangdut nih, lama2 berasa kasian ma diri sendiri. hahahahahahahahahaha.
_________________________________

…sudahlah, mari curhatnya dimulai saja,

Kalo misalnya, bisa mencintai dan dicintai seseorang gak pake saling menyakiti, pasti enak ya. kalo misalnya, bisa suka sama orang tanpa ngerasa insecure sedikitpun, pasti semua jadi lebih mudah. Tanpa keinginan supaya semua tentang diri sendiri jadi prioritas, tanpa perasaan tidak diterima, tanpa perasaan kecewa, tanpa amarah, tanpa takut, tanpa semua yang jelek2 dan bikin sedih, cuma yang seneng2 aja, pasti enak.

Kenapa ya Allah gak bikin dunia yang kayak gitu aja?

Sering denger kata2 begini, manusia gak dicoba melebihi batas kemampuannya. Jadi kalo sering dicoba, apalagi dengan kadar yang gak ringan, harusnya bangga, karena berarti lo manusia kuat, lagian kalo bisa sabar njalaninnya, dapet pahala.
Tapi, kadang kalo bener2 lagi lemah, lagi bener2 mellow, kayak sekarang, suka berpendapat kurang ajar, suka jadi kafir dadakan, dan teriak2 dalam hati : sapa juga yang minta dicoba?, tahu darimana gue kuat? tahu darimana gue bakalan tahan? kalopun gue tahan juga, untuk alasan apapun gue gak akan mau menguji ketahanan gue, emang gak ada yang tahu itu? emang gak ada yang mau tahu itu? kenapa gue gak ada pilihan untuk menentukan apakah gue mau apa gak dicoba? kenapa? bahkan minta lahirpun gue enggak, kenapa begitu di dunia gue seenaknya dicoba2?

the only thing yang gue mau saat ini, after all what happens, cuma pengen hidup tenang, dan gue udah bilang berkali2, kenapa gak didengaaaaaaarrr???
dan begitulah seterusnya pikiran kafir bicara. -_-. dan selalu terjawab dengan cara yang sama, yang menciptakan, yang punya aturan, dan bukan tempat gue mempertanyakan kuasaNya, cuma hadir disini untuk ngejalanin apa yang disuruh aja.
Tapi kadang gue ingin bertanya dan gak bisa berhenti bertanya,
Duh, kalo bisa jadi manusia gak pake akal dan perasaan, semua jadi lebih enak kali ya. tinggal jalanin aja, gak pake sedih ato senang. kayak tumbuhan. diam tumbuh berkembang. enak kali ya.

Gak perlu nangis bombay hanya untuk urusan yang gak terlalu gede. Gak perlu menjalani hidup dengan emosi super penuh, yang bisa luber setiap saat kalo ditambah2 masalah lagi. Gak perlu gembeng. Gak perlu cerita hal2 yang gak pantes diceritain ke orang lain cuma karena gak tahan disimpen sendirian. Gak perlu ngiri sama hidup orang lain. Gak perlu pusing. Gak perlu bingung.
Gak perlu jadi gue. Gak perlu nyusahin orang. Kalo bisa gak usah lahir sekalian. Gak usah eksis. Gak usah ada. Semua jadi lebih gampang.

Kalo mati gak pake dosa, enak yaa… aturan dari mana sih ituuuu…. siapa sih yang buaaaatttt….. gak mikir apa buatnyaaaaaaaaaaaaaaaaa….
maunya gak cengeng tapi susah euy. kalo mood lagi naek turun gini. :))

udah ah tambah lama tambah ngaco,
Mimipi

Senin, 05 Januari 2009

2008--------->>>>2009

sekarang udah ganti tahun, dan seperti tahun2 sebelumnya, gue mau evaluasi ah :P.
Gue akan memberitahukan apa-apa saja pelajaran yang gue dapatkan tahun ini!

Tahun 2008 ini saya belajar :

bahwa sesuai kata Sigmund Freud, “Love and work are the cornerstones of our humanness”. dengan menjalani keduanya sama imbang-lah, hidup bisa terasa bermakna.

bahwa persahabatan bertahan lebih lama daripada cinta.

bahwa hubungan jenis apapun gak berkembang dalam waktu singkat, butuh waktu yang lama, kebersamaan yang solid, kecocokan sifat, kesabaran, hobi barengan, komunikasi yang lancar dan usaha yang pantang menyerah buat bertahan dari keduanya serta sedikit trik2 untuk beberapa situasi, untuk membuatnya tetap bertahan dan berkembang dengan baik.

bahwa kalo semua yang gue sebutkan di poin di atas ga ada, sudahlah tutup buku dan buka lembaran baru aja, bakal makan ati ke depannya

bahwa in terms of love, lo menunjukkan cinta, bukannya insecurity . Contohnya, kalo suka ma orang, ya cukuplah orang itu tahu bahwa dia disukai, bukannya betapa berat dan sakitnya lo menyukai dia, betapa sudah banyak berkorbannya lo dan lo kepengen dia tahu itu. gak usah deh.
Mendingan gak usa berkomitmen atau meminta komitmen apapun kalo lo belum bisa menelan kenyataan bahwa jatuh cinta sama orang emang ga selamanya senang.

bahwa sabar itu penting berat. ga bisa sabar? pergi aja ke laut.

bahwa being tricky sesekali itu ga dosa. fufufu.

bahwa jadi orang jahat kadang merupakan pilihan yang ga bisa dihindari, jadi orang baik kadang bukan pilihan yang bijak juga kok

bahwa ada beberapa hal yang memang lebih baik disimpen sendiri aja ;)). “everyone has a little dirty laundry” (diambil dari desperate housewives), tapi umpetin aja ga usah dikasi tau ke orang2. toh kalo orang2 tau, mereka ga bisa bantu nyuciin juga.

bahwa yang paling baik emang berpikir dengan kadar logika dan perasaan yang sama

bahwa kesehatan itu patut dijaga, jangan lupa bersahabatlah dengan nyamuk,huehue

bahwa confidence itu penting, dan melakukan segala cara untuk mempertahanan confidence itu sah2 aja…!!

dan masih banyak lagi. hahahaha. emang tahun ini saya banyak belajar soal kehidupan sih :). terimakasih ya buat orang2 yang membantu :),keluarga, sahabat, teman, mantan pacar, semuanya. baik yang tetap disini, maupun yang sudah tak bersama lagi :)

Sedangkan,yang saya harapkan untuk tahun 2009 :

BARU KALI INI GUA NGERASA GAK PUNYA RESOLUSI APAPUN,HEHE

let it flow ajaahh........

dan gue menikmatinya........