Kamis, 23 April 2009

tombo ati

entah kenapa tiba2 diriku kangen sekali dengan bulan Ramadhan T-T. Kangen sama damainya, kangen sama keheningan dan kekhusukannya.

Entah kenapa di bulan itu, berasa lebih kuat dan tabah aja :D, berasa siap tempur menghadapi apapun :P.

Semoga setiap hari bisa sama kuat dan tabahnya dengan hari2 di bulan Ramadhan, amin.

patience is bitter, but its fruit is sweet

Belakangan ini lagi bener-bener emosian untuk beberapa hal. Meski berhasil menahan diri untuk ga ngamuk saat ada kejadian2 yang bikin emosi dan gateeeeeeell banget pengen lempar piring terus maki2 *berserk mode : on*, tetep aja di hati rasanya ngeganjel. Terpaksa mengalihkan perhatian ke hal-hal yang bikin seneng, entah buku, musik, film, makanan. Tapi tetep aja keselnya ga ilang-ilang.

Bahkan terakhir melampiaskan kekesalan pada satu orang (yang emang belakangan minta dicela banget). Meski ga gue ungkapkan secara langsung, tapi diri ini udah cukup puas menghina-hina di dalam hati. Meski selalu merasa berdosa abis melakukannya, tapi entah kenapa somehow melegakan.

Gue tau apa yang bikin gue uring2an, tapi gue terlalu gengsi untuk mengungkapkan *tersenyum sok dewasa*. Gue rasa ga akan baik juga kalau gue ungkapkan. Jelas, film, musik, buku, dan lain-lain ga bisa menghilangkan kegelisahan gue, karena setelah mencekoki diri pake hal2 tersebut itupun, ga membuat gue tenang dan bisa berpikir jernih lagi.

Gue terlalu takut pada sesuatu. Meski itu hal yang konyol. Tapi gue terlalu lelah dan gue takut. Dan gue merasa seperti spons berisi air. Yang kalau diingatkan sedikiiit aja mengenai hal itu. Sudahlah, gue merembes.

Tapi aneh sekali, kenapa meski udah gue tekan sekuat mungkin, airnya tetap mengalir?

Berusaha menganggap ini wajar terjadi, berusaha menerima, tapi tetep aja, rasanya ga menyenangkan.

Apa hal seperti ini akan terus terjadi sampai gue tua nanti? apa memang ga ada penyelesaiannya? berkali2 pertanyaan itu tercetus.

Apa suatu hari gue akan terbiasa? apa baik kalau gue terbiasa untuk hal seperti ini?

Gue rasa gue akan berusaha lebih sabar lagi -_-


semangat!!

Senin, 06 April 2009

streess boo

Aduh, baru ngeh udah menelantarkan blog ini terlalu lama :(
gara-gara stres yang berkepanjangan nih..

Agak males ya menceritakan sebab stresnya.
Yang udah lewat, ya udahlah biar aja lewat..gak perlu diomongin lagi kan??
Yang jelas, sekarang pikiran saya udah nyampe kampung halaman!!
Wiken ini saya mau pulang ke Lampung!!!! Yeeeeaaaaaayyyyyyyy!!!!!!!!!!!!!!!!!

Naaahh, jadi nantikan saja cerita2 selanjutnya mulai minggu depan ya..
Minggu ini PERLU NGEBERSIHIN KEPALA dulu nih.
Gak seru kalo ngomongin kerjaan.



---tya yang belom lega2 banget--

sedikit ngemeng

gara-gara masalah "INI" gue jadi ingat, dulu, duluuuu sekali, gue pernah baca, entah dimana, bahwa dalam hidup, kita akan bersilangan jalan dengan banyak orang. Dari orang2 yang kita temui ini, banyak dari mereka hanya singgah sebentar, mengambil peran yang sangaaaaat kecil dalam hidup kita sehingga kita bahkan tak bisa mengingatnya, beberapa di antaranya, bersama kita lebih lama, meninggalkan kenangan, memberi ataupun menyembuhkan luka. Namun, sesingkat apapun interaksi yang terjadi, kita tak akan pernah jadi orang yang sama.

Singkatnya, setiap pertemuan pasti menyumbang sesuatu untuk kita. Si A mengajarkan kita untuk berani. Si B mengajarkan kita untuk lebih hati-hati berbagi rahasia, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, bisa dibilang, lingkungan sekitar kitalah yang membentuk kita, orang-orang yang kita sayangi, hormati, bahkan yang tidak kita kenal sama sekali, mereka turut membentuk jati diri yang kita punya saat ini, sadar tidak sadar, mau tidak mau.

Makanya kan orang-orang tua selalu mengingatkan kita untuk hati2 dalam memilih teman, pilihlah teman yang membawamu ke hal positif. Itu karena, teman2 kita akan mempengaruhi kepribadian kita, apalagi kalau usia kita masih belia, masih mencari jati diri.

Kalau dipikir2 lagi, banyak sekali hal-hal yang saya pelajari dari lingkungan saya selama ini. Teman saya Elsa, mengajarkan saya untuk supel, untuk menghargai persahabatan. Teman saya Ibnu, mengajarkan saya untuk selalu percaya pada orang yang kita sayangi, meski terpisah sejauh apapun, meski tak berbicara selama apapun. Teman saya Kha2, mengajarkan saya untuk menjadi pendengar yang baik, untuk diam dan memperhatikan saat ada orang lain yang ingin bercerita. Teman saya Kiky, mengajarkan saya untuk mencintai diri sendiri, apapun yang terjadi. Dan masih banyaaak lagi yang tentunya tidak bisa disebutkan satu persatu.

Meski mungkin ga sejago mereka, paling gak gue sedikit mencuri ilmunya. hehe hehe. Jadi ga sabar ketemu orang2 baru yang lainnya, udah lama ga ketemu seseorang yang WOW lagi ni *tanpa bermaksud meremehkan yang sudah ada*.

Gue jadi bertanya2, apakah mereka juga belajar sesuatu dari gue tanpa gue sadari? semoga mereka juga mendapat sesuatu ya, apapun itu pasti berguna :)).



**hertya**

penting tapi gak penting

Beberapa minggu ini, gue sedang kehabisan ide untuk menulis. Sekarang juga lagi ga ada ide nulis sih, tapi berasa sia2 aja udah ada wifi masa ga diisi cuma gara2 ga ada ide?? emangnya lo pikir duit dateng darimanaaa, Hertya Andriani??!!! bulu keteeekk??!! HAH?! HAH?! *sok2 memarahi diri sendiri*. Makanya, sekarang memutuskan untuk menulis apa saja yang terlintas di kepala begitu tangan ini menyentuh tuts keyboard laptop.

Sebenernya, selama ini ada banyak ide melintas di kepala, tentang rutinitas baru gue setelah jauh dari dia, cerita di kantor gue (ngeselin sih, kapan2 diceritain), tentang gue yang dari kecil lebih suka malam daripada siang tapi sekarang kok malah kebalikannya?? (wooo apakah ini pertanda akan sesuatuu?? *ngarep*), dan masih banyak lagi. Tapi selalu saja, begitu buka laptop, buka blog, semua ide langsung berasa ga asoy lagi.

See? saking garingnya, gue bahkan menggunakan kata ‘asoy’, gue yakin sahabat gue tercinta Mas I(bnu) akan mengernyitkan dahi tanda jijik begitu mendengarnya. Elsa juga bakal memberikan ekspresi yang setipe kayaknya. hahahaha. Kangen mereka berdua dan yang lainnya deh, kepret ah T-T.

Sekarang gue akan bercerita tentang hal2 yang gue pikirkan akhir2 ini. Ada beberapa pemikiran yang menurut gue bagus untuk dibagi meski sebenarnya gue agak2 gengsi kalo sampe ketahuan gue memikirkan hal-hal seperti ini T-T, karena nun jauh di alam bawah sadar gue tahu yang gue pikirkan ini ga penting. Tapi yasudahlah secara lagi berusaha menstimulasi semangat menulis kembali, diceritakan saja.


Yang pertama,

Gue sunggguh suka dengan lagu Robin Thicke yang “The Sweetest Love”. Akan kupakai saat pernikahan gue nanti (kalo nikah), entah buat apa, bisa diputar pas acara, jadi lagu yang suami gue nyanyikan buat gue (kalo bisa nanyi, kalo ga bisa ga usah, suruh main kecrekan aja di pojok biar gue yang nyanyi *hahaha*), atau cukup jadi salah satu lagu di souvenir nikahan gue nanti ;) (sudah bisa ditebak souvenirnya apa?).

I got the sweetest love, there ain’t nothing sweeter,
I got the sweetest love, can’t nothing beat it.
There ain’t nothing sweeter…

huaa baguuusss :D aku lumeeerr…!!

Yang kedua,

Gue sungguh berpikir bahwa, di dunia ini ga ada yang namanya “dewasa”. Setiap manusia itu dilahirkan egois, childish, rapuh, penuh penyesalan, dan selalu ragu atas semua yang mereka lakukan, dan mereka akan terus begitu sampai kapanpun. Jika ada manusia yang terlihat tidak memiliki semua kualitas itu, itu bukan karena sifat itu sudah berhasil mereka lenyapkan, tapi mereka memutuskan untuk tidak memperlihatkannya. Mereka sudah cukup berpengalaman, mereka pandai mengendalikan diri, dan mereka tahu bahwa sifat2 itu tidak baik untuk diperlihatkan, untuk berbagai macam alasan.

Itulah yang mereka selalu lakukan dan yang selalu dielu2kan sebagai “dewasa”. :))

Yang ketiga,

Snow White bajunya norak. Ada yang berpikir sama gak? -_-.


Horeee akhirnya nulis jugaaaa :D. nantikan postingan berikutnya sodara sodariii…!!



--TYA--

males nulis

Produktivitas ngeblog asli nurun

nanti ya, kalo udah mood baru nulis lagi