Kamis, 27 Agustus 2009

hufh..

hem. belakangan lagi bingung dan kecewa akan banyak hal. Udara jadi mellow2 gitu (lah kok udara yang mellow? guenya kali yang mellow).

Kalau lagi kayak gini, biasanya butuh space yang bener2 luaaaaaaaaaassss, me-time yang bener2 berkualitas, terus sesi2 curhat tanpa batas bersama sahabat2, tapi belakangan semua itu lagi ga mungkin dilakukan.

Kenapa ga mungkin?

Pertama, untuk urusan yang space, susah, karena sekarang saya sudah tidak di kosan Bandung lagi, dimana kalo lagi bad mood bisa langsung masuk kamar dan kunci, mengendap disana selama yang saya mau, malah nangis bombay 3 hari 3 malam sampe mata jadi kayak bakso juga bisa (gak ding ga pernah ampe 3 hari 3 malem), karena toh semua ngurusin urusannya masing2 dan gak ada tanggung jawab satu sama lain, jadi ya bisa seenaknya.

Disini (hem ga mau sebut dimana) ga bisa karena ada yang bakal ribut nanyain kalau seseorang bermata sembab, ada yang terus2an secara tidak sengaja mengungkit topik yang paling sensitif dan tidak ingin dibahas saat ini (dan marah kalau ga dijawab dengan sopan dan manis), dan ada yang bakal ngadu kalau melihat seseorang nangis diem2 di toilet…

Sampai saat ini, saya merasa susaaaaah banget untuk dapet privasi disini tanpa menyakiti perasaan orang lain, karena semuanya rata2 insecure, apa2 negative thinking (including me), apa2 merasa disalahkan (including me). Somehow jadi capek sendiri, karena sebelumnya gue udah terbiasa untuk mutusin apa2 sendiri dan sudah pernah menjalani 5 tahun penuh rasa independen di Bandung, jadi begitu ketemu sama situasi kayak gini, situasi dimana keputusan harus dibuat bersama, dan semua harus saling bantu membantu, semua harus mau berkorban untuk yang lainnya, yang mana mau ga mau sekarang gue harus membiasakan, rasanya agak kehilangan jati diri aja.

Sekarang aja pas nulis ini air mata udah mengalir dikit2, padahal sekarang lagi diruangan kantor (untung sendiri), dan sumpah mati gue takut kepergok orang yg tiba2 masuk ke ruangan gue dan bertanya kenapa. Hal terakhir yang gak gue inginkan adalah ditanya kenapa, karena toh kalau gue ceritain juga ga bakal mbantu nyelesein masalah. Tapi ga semua orang bisa ngerti kalau dapet jawaban kayak gitu, ya kan? jadi yang bisa gue lakukan ya, jangan buat mereka bertanya.

Gue ga merasa comfortable, jadi ya begitu. At least, untuk saat ini, gue masih belum merasa comfortable, dan masih belum tahu, gimana caranya untuk bisa nyaman di situasi tanpa privasi ini. I thought that time will ease everything, yang perlu gue lakukan ya cuma sabar aja dan emang bener sih, cuma ya prosesnya lama dan menyiksa aja, butuh banget ngeluarin perasaan saat bener2 lagi down kayak gini.

Gue merasa takut dan capek. Capek karena merasa takut, capek karena merasa tertekan, capek karena merasa capek, dan capek menahan semuanya. Saya merasa kayak ‘penganten’ siap ledak (hahaha, ledakan emosi), tinggal coleeeek aja dikit perasaan saya pake kata2 yang tepat, hal2 yang sedang jadi pikiran saya, udah aja saya bisa nangis bombay. Atau, bisa juga bikin saya bener2 marah, dan memutuskan untuk diam, atau misi permisi keluar bentar, karena gue tau gue adalah orang yang ga bisa nyembunyiin perasaan. Susah banget buat pura2 -_-.

Saya bahkan bermimpi ada bintang2 jatuh di langit, cantik banget, bikin terpukau lah, terus saya langsung make a wish ini dan itu (curcol2 pada langit), sebelum akhirnya saya tahu bahwa bintang2 itu jatuh menuju saya, yang mana pas kena rasanya sakit kayak keslepet karet (hahaha).

Di akhir mimpi tau2 ada mobil jatuh dari langit juga, mendarat tepat 2 meter dari saya. Ngepet, berasa kayak orang gila, gara2 mimpi kayak gitu.

Belum sampe se-stress Mbak M yang buat video marah2 ngeledekin temen2 jaman SD sih. Meski pas SD banyak hal2 yang bikin traumatis juga dan kadang pengen ngelabrak oknum2 pelaku -_-. Tapi ga penting juga, mereka ga inget, yang menjahati mana pernah inget :D, korban lah yang mengingat dengan jelas.

Nah, kedua, susah banget untuk melakukan me -time yang berkualitas dengan semua kondisi ini. Pengen bisa jalan ke mall seharian, sendirian. Atau ke bioskop sendirian. Atau di kamar, ngendon, bikin oat dan teh manis panas. Atau sekedar duduk di sebuah kafe berhotspot, sambil ngelaptop ngerjain sesuatu yang penting, dari pagi ampe malem, cuma mesen satu hot chocolate, yang small pulak :P. Yang biasanya semua itu bisa gue lakukan dengan mudah di Bandung karena kemana2 tinggal ngesot. Disini ga segampang itu. Somehow semuanya jadi bikin males dan emosi duluan.

Ketiga, tentang sesi curhat tanpa batas bersama sahabat2, sahabat2ku lagi pada sibuk semua. Dari sejak awal kami satu persatu lulus dan memulai new stage of life, gue tau bahwa selain kebersamaan yang memang akan berkurang, karena beberapa bahkan harus pindah negara, pindah kota, dsb dst. Dan gue tau, perubahan stage of life itu akan mengubah cara pandang dan prioritas mereka tentang hidup. Dan mereka akan punya banyaaaak sekali beban pikiran di awal2 karier ini, sehingga buat mendengarkan orang lain aja rasanya udah capek. Saya juga kadang capek loh dicurhatin sama orang lain, kadang rasanya pengen tereak “masalah lo tuh ya, itu lagi itu lagi…. please deh.” jadi ya, kadang parno aja kalo sampe orang lain berpikir hal yang sama tentang saya.

Bahkan ada juga yang uda ga ngomong lagi, for something sepele. Kesalahpahaman ga penting dan sangat2 konyol. Dan gue memutuskan untuk yaudahlah mau gimana lagi, toh kalau dibawa ke permukaan juga dia gak akan mau terus terang dan akan terus ngindar, dan guepun benci konflik. Dan gue lagi ga dalam mood untuk bersikap manis dan memohon, karena gue juga lagi extra-sensitive. Saya juga sakit hati dan belum bisa kompromi untuk itu. Daripada tambah parah, lebih baik ya ga usa diutak atik. Kalau emang takdirnya bersahabat, one day bakal ngomong lagi. Kalau emang selesai sampai disini, well, dia sahabat yang amat sangat baik dan saya tetap berdoa buat dia. Dia akan baik2 saja tanpa saya, anyway :P.

Oooohh, saya kangen sahabat2 saya amat sangat -_-. Saya kangen kehidupan saya di Bandung dulu amat sangat.

You know, cerita2 kayak gini lamaaaa banget ga saya lakukan karena rasanya malu aja ketauan kalau saya anak yang bener2 manja. Apa2 dikeluhin, apa2 dinangisin. Kesannya kayak ga pernah bersyukur atas apa yang dimiliki, liatnya yang negatif2 mulu. Kesannya lebaaaaaaayy banget, padahal mungkin aja masalahnya ga sebesar itu. Makanya beberapa kali ya berhasil aja buat ga ngomong2, karena banyak tempat yang bisa dicurahin, karena banyak hal untuk melampiaskan. Tapi berhubung sekarang darurat, I don’t care lah ya. Kalau kata salah satu lagu favorit saya, “Even heroes have the right to bleed”.

And cry. and make a noise about something. etc.

Apalagi gue bukan hero :D. hehehehehe.

Ah padahal ini bulan Ramadhan. Biasaya gue sedang dalam mode lebih sabar dari biasanya, lebih tabah dari biasanya.


Selasa, 25 Agustus 2009

love?

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Senin, 24 Agustus 2009

kau dan aku : tanpa tujuan

selalu bukan seperti itu?

pun ketika waktu sudah tidak mau menunggu
kau dan aku masih tidak tahu

di antara doa, yang tampaknya hanya tersia
kita tidak lagi mencipta cerita
mungkin lelah
atau marah
entahlah
bukankah cinta ini datang dari-Nya?

kau dan aku tidak pernah tahu
jalan mana lagi yang harus kita tuju

sudahlah sayang,
jika benar cinta ini dari-Nya
mengapa tidak kita biarkan saja,
biarkan saja
berjalan seperti mau-Nya

SurATku KepaDamu

KEPADAMU DI SANA

apa kabar? hari-hari kita lenyap tak berbekas ya? sekarang sudah akhir agustus. sehatkah dirimu? setahuku, kau sehat meski kadang-kadang kau mengeluh pusing. kubilang, kebanyakan kerja dan butuh vitamin, dan kau akan menampik dengan berbagai cara agar tak perlu meminum vitamin. kau memang payah. jangankan minum vitamin atau obat, konsumsi rokokmu setiap hari pun mengkhawatirkan.

jika aku bilang khawatir, aku benar-benar khawatir padamu. bukan sekadar basa-basi. sama seperti kalau kubilang, aku sayang padamu. itu artinya aku benar-benar sayang padamu, bukan sekadar saja.

lalu, apa yang terjadi pada kita? tahukah kau? karena aku sama sekali tak mengerti. ruang-ruang itu semakin lebar dan semakin menjarak. kau semakin jauh. semakin tak kumengerti. dan aku? aku mendapati diriku semakin egois, semakin keras kepala, dan semakin suka menyakitimu.

aku tahu, aku orang egois sedunia. dengan seenaknya, aku berbagi bahagia denganmu. menceritakan mimpi-mimpi dan doa-doa milikku tentang masa depanku kelak. tapi, aku menyekat bicara saat kau mulai menceritakan cintamu. aku hanya tak ingin melihatmu menderita, kau tahu itu? mungkin caraku salah.

lalu, apa lagi yang terjadi? karena semakin hari, aku juga semakin lelah. ternyata, aku tak cukup kuat untuk itu. aku juga terlalu sibuk dengan mimpi, doa, dan langitku sendiri. dan, kalau sudah tak mampu berpikir apa-apa lagi, kau tahu, aku akan menangis. seperti yang telah kulakukan di malam-malam beberapa bulan terakhir ini.


apakah kau benar bahagia? jika ya, mungkin benar aku yang salah. tapi, apakah bahagia itu? bukankah semua rasa dikontrol oleh hormon endorphin milik kita sendiri? yang seharusnya terhubung ke hati dan kemudian pelan-pelan kembali ke yang hakiki? kita bersama-sama saat itu bukan, menikmati pelajaran itu?

apakah benar ia sangat berharga bagimu? jika iya, aku tak lagi mampu berkata apa-apa.


dalam sesak yang akhir-akhir ini selalu menganggu, kau tahu, kan, aku akan selalu berdoa untukmu. karena aku sayang padamu. untuk apa pun. walau bagaimanapun. hanya, kadang, rasa sayangku malah keluar bersama amarah yang menyakitimu.

jika Tuhan menguji kita dengan kisah ini, aku malu, karena sepertinya aku akan kalah. maaf, jika suatu saat di titik itu, aku menyerah.

tapi tetap, rasa sayangku tak akan berujung untukmu, sayang..

................

Setahun belakangan ini saya lagi merasa dibebani akan banyak hal, dan berusaha keras untuk menghilangkan satu persatu beban dengan menghapus, meninggalkan, melupakan dan berharap beban tersebut hilang. Sempat berpikir bahwa, kalau saya bisa mengontrol diri saya untuk tidak bergantung pada sesuatu, dan tidak membiarkan diri saya terikat dengan apapun, saya bisa hidup lebih bahagia. Saya bisa hidup lebih bebas, karena seburuk apapun keadaan saya nanti, paling tidak saya ga bikin orang lain susah atau sakit hati, saya ga butuh membuktikan apapun pada siapapun, saya ga harus menjadi seseorang yang bukan diri saya.

Dan mungkin saya akan menyukai diri saya lebih baik lagi.

Tapi belakangan berasa kayak kejar2an aja, karena ada beberapa hal yang sampai kapanpun akan jadi tanggung jawab saya, seberapa keraspun saya berusaha mengingkarinya. Dan akhirnya jadi stress sendiri.

Kadang berasa ga adil, dan sekarangpun masih begitu. Tapi paling ga, ada sudut pandang lain yang bisa dipertimbangkan :). Sekarang saya merasa ga adil dan ga ngerti dengan kondisi yang saya rasakan, dan menolak keras untuk terbawa, marah karena saya dibebani sesuatu yang bahkan bukan saya yang meminta, tapi mungkin kalau saya berhenti melawan, saya akan mengerti.

Tya

Senin, 17 Agustus 2009

bulbow bulbow

maafkan aku posting bulbo terus. tapi bulbo yang ini lucuuu… aku sukaaa T-T. abis ini ga bakal posting bulbo lagi deh, untuk waktu yang agak lama (mungkin 2-3 hari, ga ding becanda). Kalau sempat monggo dibaca :D.


•Orang-orang berkata kalogw..
ceria, ramah, judes, lucu dan asal

•Kalo dapet 1 milyar gw pasti…
pingsan. hhahah mental miskin abis. gak laaah. paling gue tereak2 dulu.

•Klo kejebak macet gw…
bengong. parno takut bensin abis *lebay*

•Indonesia adalah negara yang…
punya selera acara televisi yang aneh. sorry to say, tapi emang bener.

•Mantan gw…
hah?.

•Klo berada di depan kuburan M.J…
foto2 terus jalan2.

•Hidup ini penuh dengan…
hal2 baru

•Tak ada tempat yang indah selain..
surga kali ya.

•Ke mana pun gw pergi, pasti bawa…
hp, dompet

•Kalo divonis kanker…
“hah? kanker yang itu dok? kanker “kanker”?”

•Pagi-pagi enaknya makan…
banyak. hahahahhahahahahaha. gak deeeh. paling suka susu buat sarapan

•Pekerjaan yang paling membosankan didunia adalah…
menunggu

•Hal yang paling mengerikan di dunia adalah…
seseorang. kalo lagi marah.

•Bencana alam itu…
menyedihkan

•Waktu SMA gw dikenal sebagai…
tya yang tomboy

•Saat yang paling tenang, saat…
sendirian

•Paling males kalo ngelihat…
orang berisik.

•Kalo orang ciuman didepan gw…
langsung ga enak sendiri. pura2 ga ngeliat tapi ngeliat. hahahhaa.

•Gw pengen banget…
hidup tenang tanpa beban,jiaaah...

•Hape gw bagus, tapi alangkah bagusnya lagi klo gw bisa beli…
hape yang lebih bagus.

•Wanita2 cantik dan seksi di dpan gw sambil ketawa2 keras2, dalem pikiran gw…
caper. hahahah.

•Pria dengan jeans robek”, baju hitam gambar tengkorak, ngerokok, nongkrong depan circle-K, dalem pkiran gw…
anak jalanan.

•Orang yang sok imut dan sok childish…
gue sering dibilang begitu loh. padahal ga maksud. hahahahahah.

•Lagi jalan, ada yang lewat pake motor bilang “fuck you”…
gue doain nabrak.

•Mama papa bilang “kapan nikah?
ngeloyor pergi.

•Afgan dateng kerumah…
hah ngapain? ya paling ga suru nyanyi dulu dong, terus yaudah suru pulang kalo udah.

•Kalo tengah malem ditelepon pacar…
hah ya angkat aja. awas aja kalo ga penting.

•Kalo besok kiamat…
tobat

Selasa, 04 Agustus 2009

kopas oke

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Senin, 03 Agustus 2009

privacyyyyy

“There is a sacred realm of privacy for every man and woman where he makes his choices and decisions-a realm of his own essential rights and liberties into which the law, generally speaking, must not intrude.”
(~ Geoffrey Fisher)

Saya cuma berharap anda tahu itu. Tapi anda bukan orang yang akan bisa mengerti meskipun sudah membacanya berkali-kali. Anda pikir anda bijaksana, tapi pikiran anda lebih sempit dari yang anda tahu. Saya cuma menyesal kenapa dari semua orang yang saya kenal, harus anda yang memiliki sifat seperti itu. Sangat. Menyesal.


Tya